Sabtu, 02 Maret 2013

Perkembangan Agama Hindu Buddha

1.Perkembangan Agama Hindu

Secara geografis India terletak di benua Asia bagian selatan. Wilaya ini Seolah olah terbagi menjadi dua yakni India bagian utara dengan  India bagian selatan. jauh sebelum abad Masehi di lembah Sungai Indus telah ditempati oleh bangsa Dravida.Mereka telah mempunyai kebudayaan yang tinggi antara lain: berkepercayaan pada banyak dewa, mempunyai tulisan piktograf, tatanan kota yang rapi
(planning town),serta benda-benda teracotta.

Pada sekitar tahun 1500 SM bangsa arya yang berasal dari Asia Tengah masuk ke India melalui celah Kaibar.

Masuknya bangsa Arya ke India mempunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan politik dan kebudayaan di india.Secara politis masuknya bangsa Arya mendesak orang-orang Dravida. sehingga India kemudian dinamakan sebbagai Aryawarta (tanah air bangsa Arya) atau Hindustan (tanah air bangsa Hindu).

Sedangkan secara budaya masuknya bangsa Arya ke India mengakibatkan terjadinya percampuran budaya bangsa Aryadengan bangsa-bangsa Dravida yang nantinya menjadi kebudayaan Hindu.

Bangsa Arya sebelum masuk ke India telah mempunyai kepercayaan kepada banyak dewa (politesme ) antara lain: Agni sebagai dewa api, Surya sebagai dewa matahari, Bayu sebagai dewa  angin, Indra sebagai dewa perang. Perkembangan pola pikir menimbulkan pandangan hidup baru yang mengarah kepada ajaran filisafat.Namun pandangan ini dirassakan berat oleh rakyat bawah. Oleh karena itu terjadilah penyesuaian yang pengupasan keagamaan tidak dihubungkan lagi dengan alam abstrakmelainkan dialihkan menjadi permujaan terhadap para dewa yakni pemujaan pada trimurti.

a. Trimurti
Menurut arti katanya Trimurti berarti tiga badan, yang maksudnya adalah tiga dewa yang tertinggi disembah oleh umat Hindu. Tiga dewa itu yakni:

1) Dewa Brahma sebagai pencipta alam semesta digambarkan bermuka empat dam bertangan empat. Saraswati ( Dewi kesenian) sebagai istrinya.

2) Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam semesta digambarkan bertangan empat. Laksmi (Dewi kebahagiaan) sebagai istrinya.

3) Dewa Syiwa sebagai pembinasa.sebagai dewa teringgi, dewa Syiwa mempunyai peranan sebagai mahadewa, mahaguru, mahakala, dan bhairawa.Dewi Parwati sebagai istrinya

b. kitab suci agama Hindu
Kitab suci umat Hindu yakni berarti pengetahuan (tentang agama). Kitab weda terdiri dari empat  buah sehingga disebut caturweda yang terdiri dari:

1) Rigwena berisi syair pujian trehadap rapa dewa.
2) Sama weda yang berisi syair pujian dalm upacara.
3) Yajurweda berisi doa-doa untuk penghantar sesaji.
4) Atarwaweda berisi mantra mantra, dan jampi-jampi untuk sihir dan ilmu gaib, menyembuhkan penyakit, mengusir pada musuh.

c) Ajaran agama Hindu
Agama Hindu mengajarkan bahwa kemuliaan umat Hindu jika meninggalkan dunia dapat moksa.Jika tidak dapat moksa karena perbuatannya di dunia tidak baik, maka mereka mengalami samsara. Mereka harus menepuh reinkarnasi untuk dapat mencapai moksa. Beberapa cara untuk wwajib menjalankan moksa yakni:

1) Manusia wajib menjalankan tiga hal:
    a) Dharma yakni memenuhi kewajiban sebagai manusia.
    b) Artha yakni menjalankan pekerjaan sebagaimana matinya.
    c) Kama yakni tidak berlebihan merasakan kenikmatan duniawi.

2) Bagi triwangsa (Brahmana, Ksatria, dan Waisya) wajib menjalankan catur asrama.
    a) Brahmacarin yakni mempelajari kitab Weda dan berbakti kepada gurunya
    b) Gerhastha yakni membentuk rumah tangga.
    c) Wanaprastha yakni menjadi pengbuni hutan (bertapa).
    d) Saanyasin atau pariwrajaka yakni hidup penyangkalan, mereka hidup mengembara.
      tanpa rumah.

   3) Melakukan upacara keagamaan: yang berupa upacara korban dan disebut yajna.
d.Struktur sosial masyarakat Hindu
    Sebagai bangsa pendatang yang merasa status sosialnya lebih tinggi maka bangsa Arya burusaha menjaga kemurniaan darahnhya dari percamputan dengan bangsa Dravida.Usaha yang dilakukan yakni dengan menciptakan stratifikasi masyarakat dalam masyarakat India (sistem kasta) yang terdiri dari:
1) kasta brahmana yang terdiri dari para pendeta dan guru agama.
2) kasta ksatria terdiri dari para raja dan bangsawan.
3) kasta waisya terdiri dari para pedagang.
4) kasta sudra yang terdiri daripara buruh dan orang miskin.
    akibat sistem kasta ini lahir konsep warna sramadharma yakni konsep sosial yang memberikan peraturan-peraturan bagi tindakan-tindakan yang sesuai dengan kastanya.Jika orang melanggar peraturan, maka ia dikeluarkan dari kastanya dan termasuk orang Chandala (paria)

e.Tempat tempat suci umat Hindu
         tempat ziarah bagi umat Hindu, di antaranya:
1) Kota Benares,yakni kota yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa.
2) Sungai Gangga,yang airnya dapat mensucikan segala dosa betapa pun besarnya.

f.Kitab sastra dalam masyarakat Hindu
            Dalam kehidupan masyarakat Hindu muncul dua kitab sastra yang bersifat epos (cerita kepahlawanan) yakni:
1) Mahabharata karya Resi Wiyasa yang terdiri  dari 18 parwa mengisahkan kehidupan keluarga Bharata.
2) Ramayana karya Resi Walmiki yang terdiri 7 kanda mengisahkan kehidupan dari Rama.

2) Perkembangan agama Buddha
       Pada mulanya agama Buddha merupakan suatu ajaran yang bertujuan membebaskan manusia dari lingkaran samsara (penderitaan)dan mencapai moksa.dalam hal ini agama Buddha tidak berada dengan ajaran-ajaran lainnya, seperti Wedanta Samkya dan yoga.perkembangan ajaran Buddha kemudian tersusun dalam kitab suci yang merupakan pedoman hidup umat Buddha yakni Tripitaka
.
a, Kitab suci agama Buddha
      Kitab suci umat Buddha disebut Tripitaka ( tiga keranjangan), karena terdiri dari tiga himpunan yang     berisi:
    1) Winayapitaka yang berisi segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup pemelukan.
    2) Sutrantapitaka, berisi wejangan-wejangan sang Buddha.
    3) Abhidharmapitaka, berisi penjelasan dan kupasan mengenai soal keagamaan.
b.Ikrar Umat Buddha
       Umat Buddha mempunyai ikrar yang disebut Tri Sarana, yang berbunyi:
       1) Saya berlindung kepada Buddha.
       2) Saya berlindung kepada Dharma.
       3) Saya berlindung kepada Sanggha.
       Buddha, Dharma, dan Sanggha tersebut dinamakan Triratna.
1) Buddha
Buddha sebenarnya bukan nama orang melainkan sebutan untuk menamakan orang-orang yang telah mencapai "bodhi" yaitu orang yang yang mendapatkan wahyu.Adapun Buddha yang dikenal dalam sejarah yakni orang yang mendirikan agama Buddha yang sebenarnya yakni Sidharta Guatama.
Empat kota yang menjadi peristiwa penting bagi Sang Buddha dan dijadikan tempat suci bagi umat Buddha yakni:
  a) Taman Lumbini sebagai tempat lahirnya Sang Buddha.
  b) Bodhgaya,tempat Sang Buddha menerima wahyu (bodhi).
  c) Beneres yakni tempat Sang Buddha pertama kali menyampaikan ajaran-ajarannya.
  d) Kucinagara, tempat wafatnya Sang Buddha.
2) Dharma
Dharma adalah ajaran-ajaran agama Buddha yang berpokok pada aryasatyani dan pratityasmutpada. Aryasatyani adalah kebenaran-kebenaran utama yang berjumlah empat masalah:
    a) Hidup adalah samsara (menderita).
    b) Penderitaan karena haus hidup (tresna|).
    c) Penderitaan dapat dihilangkan dengan menghilangkan tresna.
    d) Tresna dapat dihilangkan dengan 8 jalan kebenaran (astavida) antara lain pemandangan yang benar,
         niat atau sikap yang benar, perkataan yang benar dan tingkah laku yang benar.
 Pratityasmutpada adalah rantai sebab akibat yang terdiri atas 12 hal yang berangkai

3)Sanggha
    Sanggha adalah masyarakat bhiksu dan bhiksuni.
e) Perpecahan dalam agama Buddha
         Sepeninggalan Sang Buddha Guatama, maka di antara para penganut agama Buddha terjadi perbedaan paham yang mengakibatkan agama Buddha pecah menjadi dua yakni Mahayana dan Hinayana.
Bentuk menghormati Sang Buddha maka umat Buddha seringf membuat monumen antara lain:

1) Bunga seroja sebagai lambang kelahiran Sidharta Guatama.
2) Pohon bodhi sebagai lambang penerang agung.
3) Roda/jantera.sebagai lambang mulai menyampaikan ajaran.
4) Stupa sebagai lambang kematian.
pada perkembangannya stupa bagi umat Buddha mempunya fungsi:
1) Penyimpanan abu jenazah umat Buddha.
2) Penyimpanan benda-benda suci yang berasal dari Buddha atau orang suci lainnya
3) Peringatan di tempat-tempat bersejarah bagi Sang Buddha.
4) Lambang suci agama Buddha

Perkembangan Agama Hindu Buddha di Indonesia
1. Proses kontak hubungan antara bangsa Indonesia dengan India
   Terjadinya hubungan antara Indonesia dengan India didorong oleh beberapa faktor antara lain:
a) Menurut Coedes bahwa hubunga India dengan Indonesia terjadi karena adanya larangan kaisar Romawi untuk  mengeluarkan emas dari wilayah kekuasaannya. Sehingga India yang biasa mengambil emas dari Siberia atau Timur Tengah mengalih perhatiaannya ke Indonesia. Oleh karena itu, Pulau Sumatra mendapat sebutan sebagai Swarnadwipa (pulau emas)

b) Terjadinya perubahan jalur perdagangan dari jalur sutra ke jalur rempah-rempah.
    Sejak sebelum Masehi para pedagang China telah menjalin hubungan dagang dengan bangsa-bangsa di Asia Barat. Mereka melalui jali dari Asia Tengah, karena bahan komoditas yang utama sutera maka jalur itupun dinamai jalur sutera. Pada perkembangannya jalur perdangangan itu banyak mengalami gangguan keamanan, maka para pedagang mengalihkan perjalanannya lewat laut yakni Selat Malaka. Akibatnya para pedagang Indonesia. Jalur ini dinamakan jalur rempah-rempah

c) Terjadinya perang di India
Pada awal Masehi di India terjadi perang antara kerajaan di India. Kerajaan yang kalah melarikan diri ke Indonesia kemudian membentuk koloni di Indonesia.

2.Teori-teori tentang proses penghinduan di indonesia
            Proses masuknya kebudayaan India ke Indonesia dinamakan penghinduan stilah ini sebenarnya kurang tepat karena kebudayaan India yang masuk ke Indonesia tidak hanya Hindu tetapi juga terpengaruh Buddha. Masiknya Hindu ke Indonesia menimbulkan beberapa teori antara lain:
a) Teori waisya oleh N. Y. Krom
menurut N. Y. Krom  bahwa proses penghinduan di indonesia dilakukan oleh para dagang atau kasta Waisya

b) Teori ksatria oleh Nahru dan Mukerye
       Teori ini berpendapat bahwa penghinduan di indonesia dilakukan oleh para prajurit yang melakukan kolonisasi di indonesia.
c) 
      Teori berpendapat bahwa proses penghinduan di indonesia dilakukan oleh para prajurit sebab hanya              kaum brahmana yang menguasai soal keagamaan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar